Thursday, 31 May 2018

Gaji sebagai Tujuan Utama? No Problem

Aku terkadang kurang paham. Mengapa dia mengatakan bahwa pada saat aku tidak mengharapkan gaji. Maka ia boleh mengambilnya. Coba pikir, jika kamu diberikan Allah rizqi yang tidak kamu harapakan, apakah itu berarti rizqi tersebut boleh diambil orang lain, padahal itu hakmu? Apakah niat tidak menginginkan gaji akan terhapus jika ternyata pada saat turun gaji kita mengambilnya, padahal itu hak kita.

Jadi, saat ia mengatakan “berarti aku boleh mengambilnya?”pada saat itu aku menolak bukan karena oh itu gajiku, atas kerja kerasku. Tapi aku merasa apa yang ia katakan salah. Pendapat yang dia utarakan ada yang cacat. Jadi aku menolaknya.

gaji

Karena gaji adalah hak. Itu sama halnya dengan bernafas. Kita bahkan tidak sadar telah melakukan nafas, paru-paru kita, otot-otot kita, alveoli kita berusaha untuk mendapatkan udara, pada saat kita tidak sadar melakukannya, tidak sadar bahwa kita tidak mengharapkannya. Apakah itu berarti kita tidak boleh mendapatkannya. Apakah itu berarti orang lain boleh mengambil nafas kita? karena kita secara tidak sadar tidak mengharapkannya. Jawabannya TIDAK. Karena ada sesuatu yang lebih penting dari pada itu, yaitu aktivitas yang membutuhkan kemampuan berpikir. Ada sesuatu yang lebih penting dari pada tujuan “gaji”, dan setiap orang berhak memilikinya sebagai tujuan.

Pembelaan yang dia lakukan hanya memojokkan lawan bicara seolah-olah lawan bicara memiliki niat utama gaji. Padahal tidak, kalimat yang diajukan adalah tipe pertanyaan tertutup. Yaitu suatu pertanyaan yang hanya membutuhkan satu jawaban tanpa alasan. Tanpa tahu apakah jawaban itu masih berhubungan dengan aspek-aspek yang lain. Jadi tipe pertanyaan itu tidak banyak menggali informasi. Pertanyaan itu hanya akan memeberikan satu jawaban, yang kemudian dia mengolah jawaban itu dengan ditambahi sudut pandang yang menguntungkan dirinya.

Lalu mengapa dia menjudge orang-orang seolah-olah tujuan utama mereka adalah “gaji”? aku tidak tahu. Mungkin dia memiliki pengalaman dipojokkan seseorang dengan pertanyaan yang sama.

Tidak salah menjadikan gaji sebagai tujuan. Tapi perlu diingat, GAJI itu AKIBAT dari apa yang kita kerjakan. Jadi jika kita tidak menjadikan itu sebagai tujuan, gaji itu tetap hak kita, karena itu adalah buah dari pekerjaan kita. Mau diberikan orang lain atau disimpan sendiri, itu terserah kita.

0 comments:

Post a Comment