Mungkin kalian sekarang sedang jenuh. Jenuh dengan kegiatan yang sedang
dilakukan. Kuliah, kerja, atau mungkin sibuknya rumah tangga.
Seolah-olah kejenuhan itu menelan semua motivasi yang kita miliki.
Hingga kita merasa kosong, tanpa ada tujuan dan arah.
Motivasi yang dulu diteriakkan lantang-lantang kini mulai lenyap, tak ada suaranya lagi-senyap. Bahkan bekas kehangatannya pun sirna. Seperti mata yang telah kehilangan cahayanya.
Malas. Adalah kata yang pas untuk menggambarkan diri kita yang sekarang. Tiada pencapaian, hanya ada rasa bosan, yang hari demi hari menambah beban.
Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terus produkti, melakukan ini, melakukan itu. Semua itu sudah kita lakukan. Tapi, diri ini masih terasa kosong. Seperti sebuah gelas yang dipisah dari pancuran.
Mungkin ada satu cara lagi yang harus kita lakukan. Tapi bukan dengan cara melakukan ini dan itu. Berbicara ini itu. Berdiskusi ini itu. Bukan itu.
Yang kita butuhkan adalah merenung. Kita kembalikan diri kita kepada diri kita yang sebenarnya. Bukan diri yang haus akan prestasi. Bukan diri yang penuh arogansi. Bukan juga diri yang penuh ambisi. Tapi kembali ke jati diri.
Boleh kita berprestasi, tapi kita harus berpikir kembali untuk apa kita berprestasi. Untuk siapa? Untuk apa? Apa manfaatnya? Apakah itu mendatangkan kebaikan? Atau malah membawa keburukan? Apakah kita melakukannya untuk orang lain? Atau hanya pemuas diri? Segalanya harus dipikirkan, yang mana pikiran itulah yang akan menjadi landasan tindakan. Kemudian melahirkan niat. Dan niat itulah yang akan dipandang oleh Sang Kholik.
Kebosanan itu datang untuk mengingatkan kita, sebenarnya apa yang kita tuju? Sebenarnya tindakan yang selama ini kita lakukan, apakah membawa kebaikan?
Kekosongan yang kita rasakan itu adalah bentuk kasih sayang Sang Pencipta, Pencipta Alam Semesta, Allah Subhanahu Wata’ala. Agar kita kembali kepada-Nya. Kembali merasa butuh. Kembali merasa bukan siapa-siapa kecuali hamba-Nya yang penuh dosa.
Berpikir, berpikir dan berpikir.
Itulah yang harus kita lakukan. Kembali berpikir, merenung, dan mengingat hakikat dari diri ini.
Siapa kita?
Itulah pertanyaan untuk memulai perenungan itu.
0 comments:
Post a Comment