Saturday, 8 October 2016

Harapan dan Kenyataan yang Tidak Saling Menguatkan

"Harapan bagiku seperti cahaya yang menuntuku, yang membuatku berjalan, berlari hingga terjatuh. Harapan memeberi arti bagi hidupku. Meski itu hanya sebuah harapan yang kecil, saya tetap ingin memperjuangkannya. Sayang sekali kenyataan tak sesuai dengan ekspetasi, diri ini tak mau, atau bisa dibilang malas untuk melakukannya, untuk menggapai cita-cita. "

harapan
Harapan adalah pelita


Assalaimualaikum wrahmatullahi wabarokatuh

Saya kembali untuk mengisi waktu saya yang terlihat kosong tanpa tugas sekolah, padahal tugas-tugas tersebut berteriak nyaring ingin segera diselesaikan. Huft, rasanya ingin berhenti sejenak dari kehidupan sekolah, sayangnya itu hanya fatamorgana.

Apa sih yang membuat kita lebih giat atau bersemangat dalam mengerjakan sesuatu? Kesenangan? Uang? Keuntungan?

Sebenarnya banyak sekali jawaban yang bisa diisi untuk menjawab pertanyaan tesebut. Tapi kita pasti mempunyai alasan tersendiri yang melatarbelakangi jawaban kita.

Yang sering kukeluhkan adalah mengapa harapan itu hanya menjadi harapan. Bukan sesuatu yang menjadi nyata. Dimana kita bahagia telah menggapai harapan tersebut dan menumbuhkan harapan-harapan selanjutnya.

Harapan akan menjadi sebuah harapan jika kita tidak berusaha untuknya. Seperti biji, biji bunga hanya akan menjadi bunga jika kita tidak menanamnya dan merawatnya. Ia tidak akan menjadi bunga yang mekar indah jika kita tidak memberi usaha untuk bunga mawar tersebut (menyiram, memupuk dll)

Langkah apa yang tepat untuk mengawali usaha tersebut?

Bagiku, langkah yang paling awal adalah kita harus menulisnya, atau apapun. Bisa dengan membuat slogan kemudian di print untuk menghiasi didinding kamar. Mengapa saya menjadikan opsi "writing" menjadi langkah pertama? Terkadang harapan meredup saat kita tenggelam dalam jiwa yang kelam (red : galau). Kita membutuhkan sesuatu yang bisa mengingatkan kita akan sebuah harapan yang sudah kita buat. So, jangan jangan malu menuliskan harapan-harapanmu.

Kemudian coba buat rencana. Gunakan logika untuk menyusun rencana-rencana kecil untuk mewujudkan harapan yang akan kita gapai. Tuliskan dengan singkat, sederhana, dan logis. Setidaknya apa yang kita tulis mampu kita lakukan. Hati-hati dalam membuat rencana, karena terkadang rencana yang terlalu panjang, dalam artian terlalu idealis, hanya akan membuat kita putus asa karena terlalu sulit untuk dilakukan.

Lakukan! Langkah selanjutnya adalah melaksanakan apa yang sudah kita rencanakan. Semangat yang berkobar adalah awal yang bagus untuk sebuah rencana, tapi jangan samapai semangat itu padam saat sudah ditengah perjalanan. Jadilah seperti air yang selalu diam, jangan jadi seperti air yang menguap yang selalu berisik dan disetiap detiknya menghilang.

Setelah kalian berusaha dengan menulis, merencana, dan melakukannya. Selanjutnya adalah berdo'a. Bukan hanya meminta, tapi juga terus percaya bahwa apa yang kita lakukan tidak sia-sia. Saat inilah kita dituntut untuk memasrahkan segala hasil hanya kepada-Nya. Bukan berarti usaha kita berhenti, kita harus terus berusaha, dan tunggulah apa yang akan kau dapat diujung sana (red : masa depan)

Sekarang saya sedang tahap menulis rencana-rencana tersebut. Saya sadar dan tahu diri jika otak ini mudah sekali menguapkan chip-chip memori. Karena itu saya menuliskan rencana di buku kecil yang saya dapat dari olimpiade. Kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Jadi saya bisa selalu mengingat harapan-harapan saya beserta tahap-tahapnya.

Genggam harapan dan wujudkan

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh


0 comments:

Post a Comment