Saturday, 28 May 2016

Hanya Teman



Hanya Teman
By : Mohamad Khoirul Faizin

 
Puisi-Hanya-Teman
Sumber : Google.com

Gelap gulita
Jemari-jemari kasar meraba
Saat menggenggam, "kurasakan"
Denyut kehidupan masih tergenggam

Diantara banyak pohon yang teduh,
Hanya satu, dimana ia direngkuh
Menikmati hela nafas yang berdayu
Gemerisik ilalang mengalun merdu

Ia mengambil buah yang jatuh
Mengisi perut, berterima kasih tanpa ragu
Di antara sukma, telah benderang cahaya
Ia yakin, inilah pemberian-Nya, untuknya

Kisah mengalir dari sepasang bibir
dengan lancar, tanpa tabir
Beban dipundak terasa tersisir
Takdir baiknya kembali mengalir

Tempatnya bersandar berbisik dengan pohon lain
Ia tak mengerti, meski ia ingin
Jatuhlah beberapa ranting, saat ia mencoba memanggil
"Aku ingin berkisah, bolehkah?" sayang, tempatnya bersandar itu berpindah

"Apakah salah jika aku ingin selalu bersama?"
Ia tahu, jika ini akan terjadi
Tapi keinignannya adalah terus mencari
Menyebabkan ia selalu merasa perih

Visual memandang gelap gulita
Jemari-jemari kasar meraba
Saat menggenggam, "kurasakan"
"Aku harus kembali berjalan"

0 comments:

Post a Comment