Hanya Teman
By : Mohamad Khoirul Faizin
Gelap gulita
Jemari-jemari kasar meraba
Saat menggenggam, "kurasakan"
Denyut kehidupan masih tergenggam
Diantara banyak pohon yang teduh,
Hanya satu, dimana ia direngkuh
Menikmati hela nafas yang berdayu
Gemerisik ilalang mengalun merdu
Ia mengambil buah yang jatuh
Mengisi perut, berterima kasih tanpa ragu
Di antara sukma, telah benderang cahaya
Ia yakin, inilah pemberian-Nya, untuknya
Kisah mengalir dari sepasang bibir
dengan lancar, tanpa tabir
Beban dipundak terasa tersisir
Takdir baiknya kembali mengalir
Tempatnya bersandar berbisik dengan pohon lain
Ia tak mengerti, meski ia ingin
Jatuhlah beberapa ranting, saat ia mencoba memanggil
"Aku ingin berkisah, bolehkah?" sayang,
tempatnya bersandar itu berpindah
"Apakah salah jika aku ingin selalu bersama?"
Ia tahu, jika ini akan terjadi
Tapi keinignannya adalah terus mencari
Menyebabkan ia selalu merasa perih
Visual memandang gelap gulita
Jemari-jemari kasar meraba
Saat menggenggam, "kurasakan"
"Aku harus kembali berjalan"
0 comments:
Post a Comment