"Warna adalah suatu simbol. visualisasi dari perasaan seseorang. Dimana warna adalah faktor penentu. Akan jadi siapa kamu? kamu harus tahu warnamu.
Warna menunjukkan bakat. kata orang terdahulu warna adalah sesuatu yang terikat. Kau tak akan bisa merubah warnamu karena itu takdirmu.
Akan kubuktikan bahwa manusia mempunyai jalannya. Bukan bergantung pada warna. Konsep nenek moyang akan kubuat sirna.
Dan rencana itu akan kumulai saat SMA"
Cerita ini akan memulai jalan saya di bidang kepenulisan. Sebelumnya saya sudah beberapa kali menulis cerita, fanfiksi. Saya membuatnya tidak dalam tenggat waktu, terserah mood saya yang menentukan kapan jari saya akan bekerja.
Saya ingin menghilangkan kebiasaan buruk itu (menulis jika ada mood). Menulis akan saya jadikan alat untuk mendisiplinkan diri. Kalian juga bisa mencobanya, tak perlu banyak yang penting rutin.
Saya akan memeberi spoiler sedikit tentang ceita ini.
Latar tempat yang digunakan adalah kerajaan. Kastil-kastil sebagai simbol pusat aktifitas suatu negara. Disini juga masih berlaku sistem kasta karena bukan hanya ras manusia yang hidup di dunia. Meski mengambil latar zaman pertengahan tapi saya tetap memasukkan beberapa unsur modern. Unsur modern itu bisa berupa barang elektronik dan masih banyak lagi untuk mendukung jalannya ceita.
OK, saya berkomitmen untuk meng-update cerita ini seminggu sekali.
Sampai jumpa minggu depan.

0 comments:
Post a Comment